Rabu, 03 September 2008

Kota Harapan

(1 dari 3 tulisan)
Ini bukan catatan perjalanan.
Tapi berhubung memiliki ikatan historis maka tak ada salahnya mengulasnya sebagai tulisan awal.

Magelang. Sebuah kota kecil yang menghubungkan propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Merupakan perbatasan yang tepat menghubungkan dua propinsi tersebut sehingga menjadikan Magelang sebagai kota transit/penghubung yang sangat penting.

Magelang menurut sejarahnya bisa jadi berawal dari kata "Maha Gelang" yang menunjuk pada kawasan yang dikelilingi oleh pegunungan sehingga mirip pada bentuk gelang raksasa. Atau juga ada yang merujuk pada kata "Manggala" yang berarti perwira. (1)


Memang jika diperhatikan maka kawasan Magelang memang dikelilingi oleh jajaran pegunungan yang kokoh. Diantaranya bahkan merupakan gunung-gunung yang mempunyai nama terkenal seperti Merapi, Merbabu dan Sumbing. Keberadaan pegunungan ini menciptakan kawasan yang sejuk dan subur bagi kota Magelang.

Dalam sejarahnya kota Magelang sangat berperan aktif dalam perkembangan negara Indonesia. Sejak dahulu Magelang dikenal sebagai kota tentara bahkan pada masa-masa perjuangan. Magelang disebut-sebut memiliki struktur geografis yang memadai sebagai daerah pertahanan dikarenakan perbukitannya serta tanahnya yang subur sebagai lumbung pangan. Kisah-kisah perjuangan bangsa seperti perlawanan Diponegoro (1825-1830) juga mencatat bahwa kota Magelang turut menjadi medan perjuangan bangsa ini. Dan tentunya sampai saat ini kota Magelang juga dikenal sebagai kota ABRI dimana berdiri Akademi Militer yang telah melahirkan tentara-tentara yang diantaranya menjadi pemimpin-pemimpin bangsa ini.

Untuk mencapai kota Magelang amatlah mudah. Baik dari ibu kota Jateng yaitu semarang (-/+ 62 km) maupun dari kota Yogya (42 Km). Transportasi antar kota begitu mudah didapat dan sangat lancar.

Yang kemudian menjadi ciri kota Magelang adalah (sebut saja) Akademi Militer, Bukit Tidar (dikenal sebagai "paku pulau Jawa"), taman wisata Kyai Langgeng dan tentunya candi Borobudur. Atau untuk memudahkannya ketika memasuki kota Magelang adalah adanya patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda.



Selain ciri khas tempat wisata maupun tempat bersejarah. Magelang juga memiliki ciri khas kuliner yang tentunya berbeda dengan kuliner daerah lain. Misalnya (a) soup senereg (sup kacang merah, yang konon merupakan warisan kuliner tentara Belanda), walaupun sup ini kini mulai jarang dijumpai tetapi beberapa warung makan masih mengandalkan sup ini sebagai menunya. (b) Kupat Tahu (ada pula yang menyebutnya Tahu Kupat), yaitu makanan dengan campuran sayuran beserta tahu yang digoreng dan dicampur dengan bumbu kacang juga kecap. Makanan ini mirip pecel atau makanan sejenisnya. (c) Nasi Goreng
Magelangan
. Sebenarnya ini hanya nasi goreng biasa tetapi yang membedakannya adalah dengan adanya campuran mie kuning (dibeberapa tempat diluar kota Magelang kadang menggunakan mie putih), campuran antara nasi dan mie yang di goreng ini benar-benar menjadikan hidangan ini penuh kalori dan mengenyangkan. (d) Getuk. Makanan ini mungkin lebih tepat sebagai makanan kecil bukan makanan pokok. Tetapi begitu khasnya makanan ini sehingga menjadikan Magelang juga disebut sebagai kota getuk. Getuk adalah makanan ringan yang terbuat dari telo (ubi) yang direbus kemudian dilumatkan dan dibuat dengan berbagai cita rasa.

Seperti kota lain, Magelang juga berkembang seiring dengan perkembangan jaman. Dari kota kecil yang sepi sekarang menjelma menjadi kota penghubung dua propinsi yang cukup ramai dan berkembang. Sarana-sarana modern juga sudah ada di kota Magelang ini sehingga benar-benar sudah siap menjadi kota dengan sebutan sebagai Kota Harapan.


catatan :
1. Kompas, 24 Agustus 2008
2. - Gunung merapi
- Alun-alun Magelang (eksperimen kamera pin hole)
- sup senerg
(foto-foto koleksi pribadi)

3 komentar:

PST's Garden mengatakan...

Magelang Kota Harapan
Hidup
Asri
RAPi
Aman
Nyaman
Masih inget aku ternyata... hahaha...

PST's Garden mengatakan...

menjelajahi dunia...menggerayangi jagad raya...memaknai hidup

kok sepertinya pernah baca ini kalimat ya...
kamu kutip dari Novel Laskar Pelangi - Andrea Hirata??

b_jers mengatakan...

benarkah ? wah...berarti tak ganti aja...kata2 ini muncul begitu aja saat di depan monitor...